Bimbingan dan Konseling Terhadap Siswa yang Lambat Belajar


Studi Kasus

Reza Prabowo, siswa kelas 5 SDIT Darul Abidin diketahui mengalami kesulitan dalam belajar. Reza kurang bersungguh-sungguh dalam belajar dan hanya mau mengerjakan apa yang diminatinya saja. Reza cenderung terburu-buru sehingga ia sering membuat kesalahan atau menjawab ”tidak tahu” jika diberi pertanyaan. Ketika dibujuk untuk mencoba, ia cenderung menghindar dan tidak mencoba memberikan jawaban. Ia juga mudah menyerah serta sering berkomentar saat melakukan sesuatu. Selain itu Reza terkadang kurang mau mengikuti arahan guru. Reza cukup mampu berpikir logis dalam menghadapi masalahnya sehari-hari akan tetapi Reza mengalami kesulitan untuk mengaplikasikanya saat harus bertindak cepat.

Dalam hal kepribadian Reza cukup mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Nampak ada kebutuhan yang besar untuk dapat memperoleh perhatian dari lingkungan , khususnya dari Ibu. Reza juga memiliki keinginan untuk dapat berhasil dibidang akademis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, diketahui bahwa saat ini tingkat intelegensi Reza berfungsi pada taraf Rata-Rata dengan IQ = 90 menurut skala Wechsler. Kemampuan anak tampak setara , baik pada pekerjaan yang berhubungan dengan tugas-tugas verbal, yang sudah dipelajari lewat pengalaman sehari-hari maupun pada kemampuannya untuk bekerja secara cepat dan efisien atau dengan tugas-tugas yang menuntut keterampilan bekerja praktis (IQ Verbal = 91: Performance =78). Bila dilihat dari data hasil prestasi belajar Reza Prabowo pada umumnya selalu di bawah rata-rata dan khususnya pada pelajaran IPA.

Baca lebih lanjut