Perkembangan Pada Masa Tua


purnawirawan2Karakteristik Lanjut Usia

Siapakah yang disebut sebagai orang lanjut usia. Seseorang digolongkan sebagai lanjut usia ketika menginjak usia 60 tahun keatas. Proses penuan terjadi secara bertahap dan merupakan proses yang tidak dapat dihindarkan.Menjadi tua adalah suatu proses alamiah yang berkesinambungan terus menerus sejak lahir kedunia karena tidak terjadi secara tiba – tiba.Masa tua tidak dapat direncanakan dan ditata sesuai keinginan. Pada usia lanjut usia terjadi penurunan aspek fisik maupun aspek psikis.

Masa usia lanjut adalah masa dimana terjadi beberapa hal sebagai berikut :

Usia lanjut merupakan periode penurunan

  • Terjadinya kemunduran fisik maupun psikis .
  • Akibat adanya penurunan fisik mengakibatkan dirinya merasa tidak dapat mengerjakan berbagai aktivitas sebaik saat muda dulu.Penurunan fisik tersebut menyebabkan mereka menjadi tergantung dengan orang lain. Baca lebih lanjut

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak


Untuk tercapainya tumbuh kembang yang optimal tergantung pada potensial biologiknya. Tingkat tercapainya potensi biologik seseorang, merupakan hasil interaksi beberapa faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor genetik, lingkungan bio-psiko-sosial dan perilaku. Proses yang unik dan hasil akhir yang berbeda-beda yang memberikan ciri tersendiri pada setiap anak.

 a.    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan yang normal, dan ini merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi dan perkembangan anak. Faktor-­faktor tadi kita bagi dalam 2 golongan, yaitu:

1.  Faktor dalam (internal)

a. Perbedaan ras/etnik atau bangsa

b. Keluarga

c. Umur

d. Jenis kelamin

e. Kelainan genetik

f. Kelainan kromosom

2. Faktor luar (eksternal/lingkungan)

a. Faktor prenatal

1) Gizi

2) Mekanis

3) Toksin/zat kimia

4) Endokrin

5) Radiasi

6) Infeksi

7) Kelainan imunologi

8) Anoksia embrio

9) Psikologis ibu

b. Faktor Persalinan Komplikasi yang tidak diinginkan pada bayi seperti trauma kepala dan asfiksia dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.

  Baca lebih lanjut

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak


Pertumbuhan dan perkembangan manusia merupakan hal yang berurutan, proses yang dapat diprediksi mulai dari masa pembentukan dan berlanjut sampai masa kematian. Istilah tumbuh kembang mencakup 2 peristiwa yang sifatnya berbeda, tetapi saling keterkaitan dan sulit dipisahkan yaitu pertumbuhan dan perkembangan.

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan proses sinkronisasi yang bersifat interdepent dalam kesehatan individu. Individu mengalami secara kuantitatif dan kualitatif dalam pertumbuhan dan perkembangan (Perry dan Potter, 2005). Pertumbuhan fisik merupakan hal yang kuantitatif atau dapat diukur aspek peningkatan ukuran fisik individu sebagai hasil peningkatan dalam jumlah sel. Indikator ukuran pertumbuhan meliputi pertumbuhan tinggi, berat badan, gigi, struktur skelet dan karakteristik seksual. Misalnya anak-anak secara umum memiliki berat 2 kali berat badan lahir pada saat usia 2 bulan dan 2 kali tinggi badan lahir pada usia 36 bulan.

Menurut Suganda (2002) pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan Putra seluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Jadi bersifat kuantitatif sehingga dengan demikian dapat kita dengan mempergunakan satuan panjang dan berat.

Perkembangan adalah bertambahnya struktur kemampuan dan fungsi tubuh yang lebih kompleks jadi bersifat kualitatif yang pengukurannya jauh lebih sulit daripada pengukuran pertumbuhan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak terhadap aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi organ atau individu. Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkrin pada setiap individu. Baca lebih lanjut