Layanan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi


Alasan diperlukannya bimbingan dan konseling diperguruan tinggi adalah banyaknya problema yang dihadapi oleh mahasiswa dalam perkembangan studinya, dimana belajar diperguruan tinggi memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan belajar di sekolah lanjutan. Karakteristik  dari studi di perguruan tinggi adalah kemandirian, baik dalam pelaksanaan kegiatan belajar dan pemilihan program studinya maupun dalam pengelolaan  dirinya sebagai mahasiswa. Dalam usaha merealisasikan dirinya tersebut, perkembangannya tidak selalu mulus dan lancar, banyak hambatan dan problema yang mereka hadapi. Untuk mengembangkan diri dan menghindari, serta mengatasi hambatan dan problema tersebut di perlukan bimbingan.

Di perguruan tinggi layanan bimbingan dilaksanakan oleh suatu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bimbingan dan Konseling. Unit ini di bentuk dalam rangka membantu mahasiswa yang mengalami hambatan/masalah dalam proses studinya, mereka dapat berkonsultasi untuk memecahkan permasalahannya. Unit ini juga biasanya melayani layanan konsultasi maupun tes psikologi bagi pihak luar yang membutuhkan.

Secara garis besar ada 2 problema yang sering di hadapi oleh mahasiswa yakni problema studi dan problema sosial pribadi :

1.    Problema studi

Beberapa problem studi yang dihadapi oleh mahasiswa adalah sebagai berikut :

a)      Kesulitan dalam memilih program studi/kosentrasi/pilihan mata kuliah yang sesuai dengan kemampua dan waktu yang tersedia;

b)      Kesulitan dalam mengatur waktu belajar;

c)      Kesulitan dalam mendapatkan sumber belajar dan buku-buku sumber;

d)     Kesulitan dalam menyusun makalah, laporan dan tugas akhir;

e)      Kesulitan mempelajari buku-buku yang berbahasa asing;

f)       Kurang motivasi dan semangat belajar;

g)      Kebiasaan belajar yang salah;

h)      Rendahnya rasa ingin tahu;

i)        Kurang minat terhadap profesi.

2.    Problema sosial pribadi

a)      Kesulitan biaya kuliah;

b)      Kesulitan dengan masalah pemondokan;

c)      Kesulitan menyesuaiakan diri dengan teman mahasiswa;

d)     Kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar;

e)      Kesulitan karena masalah-masalah keluarga;

f)       Kesulitan karena masalah pribadi.

3.    Fungsi Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

Beberapa fungsi dari bimbingan dan konseling di perguruan tinggi :

a)        Pengenalan dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi, potensi dan karakteristik mahasiswa;

b)        Membantu menyesuaikan diri dengan keidupan di perguruan tinggi;

c)       Membantu mengatasi problema-problema akademik dan sosial-pribadi yang berpengaruh terhadap perkembangan akademik mahasiswa.

4.    Tujuan Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi

a)         mampu sendiri memilih program studi/kosentrasi/pilihan mata kuliah yang sesuai dengan bakat, minat dan cita-cita mereka;

b)        mampu menyelesaikan perkuliahan dan tuntutan perkuliahan tepat pada waktunya;

c)         memperoleh prestasi belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka;

d)        mampu membina hubungan sosial dengan sesama mahasiswa dan dosen;

e)         memiliki sikap dan kesiapan profesional;

f)         memiliki pandangan yang realistis  tentang diri dan lingkungannya

5.    Teknik Bimbingan bagi Mahasiswa

a.         teknik diskusi kelompok yang bersifat orientasi, mencakup diskusi tentang program studi, kurikulum, personalia akademis, dan proses belajar mengajar yang ditetapkan dalam pelaksanaan program studi;

b.         teknik diskusi kelompok yeng sifatnya bantuan, mencakup diskusi tentang permasalahan belajar, sosial dan pribadi;

c.         teknik kegiatan kelompok lain, baik yang bersifat orientasi maupun bantuan;

d.        konseling perorangan untuk menangani masalah-masalah akademis;

e.         konseling perorangan untuk menangani masalah-masalah pribadi.

f.          pembahasan kasus, yaitu pembahasan mahasiswa dan permasalahannya bersama dengan personalia akademik lain untuk mencari jalan keluar dalam membantu mahasiswa;

g.         rujukan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan sosial pribadi yang tidak dapat ditangani oleh personalia akademis yang ada di fakultas.

DAFTAR REFERENSI

Blocher, DH. 1987. The Professional Counselor. New York : Macmillan Publishing Company

Nurihsan, AJ. 2007. Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung : PT Refika Aditama

Sudrajat, Ahmad. 2010. Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/02/03/evaluasi-program-bimbingan-dan-konseling-di-sekolah/

 Wibowo, ME. 2002. Konseling Perkembangan: Paradigma Baru dan Relevansinya di Indonesia

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s