Bimbingan Teman Sebaya


Oleh: Athia Tamyizatun N. dan Benty Wiharani*

Bimbingan teman sebaya merupakan salah satu kegiatan pendukung  dalam BK pola 22. Bimbingan dilakukan oleh siswa terhadap siswa yang lainnya atau sesama teman sebaya. Salah satu alasan mengapa diadakan bimbingan teman sebaya karena kebanyakan dari remaja (peserta didik) lebih nyaman dan lebih sering menceritakan masalahnya kepada teman sebayanya dari pada kepada orang yang lebih dewasa dari mereka.

Perkembangan teman sebaya pada masa remaja sangat dimungkinkan diperlukannya layanan ini. Pada perkembangan teman sebaya  masa remaja terjadi peralihan dari dependent menjadi independent. Mereka sudah mulai melepaskan diri dari ketergantungannya pada orang tua dan berlatih untuk mandiri.

Tidak jarang saat orang tua mencampuri urusan si remaja maka mereka merasa keberatan. Sama halnya ketika seorang guru BK menanyakan sesuatu kepada remaja (peserta didik) maka respon yang ditimbulkan seakan-akan menutupi sesuatu terseut. Hal inilah yang mendorong perlunya menunjuk seorang murid yang dianggap pantas atau memenuhi kualifikasi sebagi pembimbing teman sebaya.

Siswa yang menjadi pembimbing berperan sebagai  tutor dalam memecahkan masalah yang dihadapi oleh temannya. Untuk menjadi seorang pembimbing teman sebaya tentunya ada campur tangan dari guru BK dalam mengarahkan layanan ini dan ada pelatihannya juga.

Pelatihan Terhadap calon Bimbingan Teman Sebaya (BTS) menurut Hamburd, dkk:1972 yang dikutip dari konselingindonesia.com adalah sebagai berikut:

  1. Kemampuan melakukan pendekatan dan membina percakapan dengan baik serta bermanfaat dengan orang lain.

  2. Kemampuan mendengar, memahami dan merespon (3M), termasuk komunikasi nonverbal (cara memandang, cara tersenyum, dan melakukan dorongan minimal).

  3. Kemampuan mengamati dan menilai tingkah laku orang lain dalam rangka menentukan apakah tingkah laku itu bermasalah atau normal.

  4. Kemampuan untuk berbicara dengan orang lain tentang masalah dan perasan pribadi.

  5. Kemampuan untuk menggunakan keputusan yang dibuat dalam konseling mengahadapi permasalahan-permasalahan pribadi, permasalahan kesehatan, permasalahan sekolah, dan permasalahan perencanaan hubungan dengan teman sebaya.

  6. Kemampuan untuk mengembangkan tindakan alternatif sewaktu menghadapi masalah.

  7. Kemampuan menerapkan keterampilan interpersonal yang menarik untuk mengusahakan terjadi pertemuan pertama dengan siswa yang minta tolong.

  8. Kemampuan untuk mengembangkan keterampilan observasi atau pengamatan agar dapat membedakan tingkah laku abnormal dengan normal; terutama mengidentifikasi masalah dalam menggunakan minuman keras, masalah terisolasi, dan masalah kecemasan

  9. Kemampuan mengalih tangankan konsli untuk menolongnya memecahkan masalahnya, karena KTS tidak mampu melakukannya.

  10. Kemampuan mendemontrasikan kemampuan bertingkah laku yang beretika.

  11. Kemampuan mendemontrasikan pelaksanaan strategi konseling.

Sebagai pembimbing tutor sebaya pasti memiliki tugas yang harus dilakukan. Tugas-tugas yang hendak dikerjakan adalah:

  1. Membantu siswa lain memecahkan permasalahannya.

  2. Membantu siswa lain yang mengalami penyimpangan fisik.

  3. Membantu siswa-siswa baru dalam menjalani pekan orientasi siswa untuk mengenal sistim dan suasana sekolah secara keseluruhan.

  4. Membantu siswa baru membina dan mengembangkan hubungan baru dengan teman sebaya dan personil sekolah.

Memang tidak mudah dalam melatih calon pembimbing teman sebaya. Kesulitan lain yaitu kemungkinan menentukan calon pembimbing teman sebaya yang benar-benar dapat menjalankan tugas sebagai pembimbing teman sebaya. Di sisi lain layanan ini dapat membantu guru BK dalam memenuhi tuntutan memberikan layanan kepada peserta didik yang jumlahnya tidak sedikit. Bimbingan teman sebaya akan lebih banyak membantu guru BK dalam meng-cover semua kebutuhan peserta didiknya. Dalam prakteknya disesuaikan dengan perkembangan masa remaja yang lebih suka mengutarakan sesuatu (curhat) kepada teman sebayanya. (Athia, Haning)

 

*) Mahasiswa BK FKIP UNS’2010, Artikel Rubrik Konseling Buletin BK Edisi 2/Juni 2011

About these ads

Satu gagasan untuk “Bimbingan Teman Sebaya

  1. saya tertarik untuk mempraktekkan bimb teman sebaya ini dalam memberikan layanan kepada siswa di sekolah, tapi saya belum memahami bagaimana langkah2 dalam pelaksanaannya, apakah ada bukunya yg khusus membahas masalah bimb teman sebaya ini? mohon diberitahu judul bukunya dan pengarangnya. terimakasih banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s