Bimbingan dan Konseling Masa Lalu, Sekarang dan Akan Datang


1. ERA TAHUN 1960-an – 1974:
Awal keberadaan BK di Indonesia:
a. BK dibawa oleh pejabat depdikbud dari AS ke Indonesia, dari Vocational Guidance – ke Educational Guidance
b. Sebagai periode mencari bentuk —tidak jelas keberadaannya: acuan, program, tenaga pembimbing, sarana, dan biaya.
c. Sebagai pelengkap kegiatan pengajaran.
d. Kepenasihatan lebih menonjol.

2. ERA 1975-1988
Era kebangkitan dan perintisan

a. Bagian Kurikulum 1975 (SD, SMP, SMA)/Kurikulum 1976 (SMK)—Buku III/c
b. Jelas: Acuan, Organisasi terpolakan, petugas terumuskan, program jelas.
c. Realisasi: tidak sesuai dengan petunjuk; program, struktur organisasi, tentatif? Di sekolah negeri masih lumayan, namun lebih Nampak di sekolah swasta.

3. ERA 1989-2002
Era BIMBINGAN DAN KONSELING POLA 17

a. Bagian integral Sistem Pendidikan Nasional (Bab I, ps. 1, ayat 1) + PP. No. 28/1990 & No. 29/1990—bimbingan pendidikan.
b. Acuan jelas (dasar hukum): Sebagai salah satu cara pelaksanaan pendidikan, disamping pengajaran dan/ atau latihan.
c. Tersedia panduan pelaksanaan: BUKU I, II, III, IV, dan V.
d. Tugas-tugas Guru Pembimbing jelas—apa yang harus dilakukan, namun lebih memenuhi tuntutan administratif.
e. Aktifitas Guru Pembimbing lebih bersifat “Reaktif”

4. ERA 2003-2010
Era Pengembangan dan Profesionalisasi

a. Tuntutan tugas Guru pembimbing terkait dengan perubahan dan perbaikan apa yang terjadi pada diri peserta didik. Disisi lain tuntutan masalah akuntabilitas kinerja.
b. Tuntutan tersebut sebagai konsekuensi /dampak dari perkembangan masyarakat dalam era global, serta kemajuan teknologi dan komunikasi.
c. Kondisi tersebut berpengaruh pada kehidupan pribadi, sosial, belajar dan karir. Misalnya tuntutan bersaing lokal, nasional, regional dan internasional, tuntutan dunia kerja—kompeten, paham karakteristik dunia kerja, mampu bekerja sama, mampu bekerja dalam tekanan, mampu bekerja dalam tim, menguasai bahas inggris minimal 2 (dua0, menguasai T.I.
d. Acuan lebih tegas dan jelas dengan U.U. no. 14/2005, PP. no. 19/2005, PP No. 22/2007, kep. Dirjen PMPTK (rambu-rambu penyelenggaraan BK di pendidikan formal0, dan PP. No. 74/2008—Bab III, ps 15, butir 3-f: guru bimbingan dan konseling atau konselor.
e. Status Guru BK atau konselor sebagai profesional dalam bidang layanan BK.
f. Kekurangannya ialah hanya di pendidikan, dasar dan menengah. Bagaimana di PAUD, SD, dan PT?

5. ERA 2010-………
Era Profesional

a. Tuntutan bagi Guru BK atau Konselor sebagai profesional dalam bidang layanan BK: mampu bekerja secara profesional dalam bidang layanan BK: mampu bekerja secara profesional. Memiliki komitmen yang kuat, dan mampu bekerja lintas budaya.
b. Merealisasikan penyelenggaraan BK pendidikan sejak PAUD s/d PT.
c. Guru BK atau Konselor lebih proaktif dengan melaksanakan semua jenis layanan BK.

Oleh: Dr. Sutarno, M.Pd. Disampaikan dalam Diskusi Mahasiswa BK UNS “Perjalanan Bimbingan dan Konseling. 20 Mei 2010

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s