Profesi-Profesi yang Berhubungan dengan Profesi Bimbingan dan Konseling


Beberapa profesi yang berhubungan dnegan profesi Bimbingan dan Konseling antara lain: pendidikan, psikologi, psikiatri, kedokteran, pekerjaan sosial. Perbedaannya bukan hanya terletak pada lingkup garapannya (yang satu lebih memfokuskan pada sekolah sedangkan yang lainnya kepada masyarakat pada umumnya), melainkan terletak pada asumsi yang mendasarinya dalam memandang manusia (the nature of man).

1. Pendidikan.
Ahli pendidikan sering dinamakan paedagog. Ahli pendidikan berbeda dengan ahli kependidikan. Ahli pendidikan menunjuk kepada penguasaan ilmu pendidikan seseorang baik dalam teori maupun praktek. Praktek pendidikan pada dasarnya adalah “mendidik”. Mendidik merupakan rangkaian proses membentuk kepribadian seseorang baik secara langsung maupun tidak langsung. Membentuk kepribadian dapat dilakukan melalui “pembiasaan”. Dalam mendidik biasanya menggunakan metode atau alat-alat seperti: teladan, suruhan, teguran, nasihat, larangan, pujian, hukuman, pemberian ganjaran. Mendidik berbeda dengan mengajar. Mengajar lebih menekankan pada proses mentransformasi ilmu pengetahuan kepada siswa/mahasiswa (konsep lama). Sekarang, mengajar menekankan pada upaya agar siswa/mahasiswa belajar. Dengan kata lain “membelajarkan” siswa/mahasiswa atau “melaksanakan pembelajaran”. Proses pembelajaran lebih ditekankan pada pengembangan aspek kognitif siswa/mahasiswa. Dalam proses pembelajaran sering digunakan metode-metode seperti: ceramah, diskusi, Tanya jawab, pemberian tugas, karyawisata, tugas rumah.

Profesi kependidikan berbeda dengan profesi pendidikan. Profesi kependidikan menunjuk kepada profesi yang berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan kependidikan seperti: keguruan, bimbingan dan konseling, perpustakaan pendidikan, sumber belajar, laboratorium pendidikan, penelitian pendidikan, administrasi dan supervisi pendidikan, manajemen pendidikan.

2. Psikologi
Ahli psikologi dinamakan Psikolog. Psikolog menguasai psikologi atau ilmu tentang tingkah laku manusia. Dengan kata lain, psikolog adalah ahli tentang tingkah laku manusia. Latar belakang pendidikan psikolog adalah S1 (S.Psi) dan S2 (M.Psi./M.Si.) bidang psikologi ditambah pendidikan profesi Psikolog (Psi.).

3. Psikiatri/Penyakit Jiwa
Ahli psikiatri/penyakit jiwa dinamakan Psikiatris atau Psikiater. Psikiater itu ahli dalam hal penyakit jiwa, seperti: psikosis. Latar pendidikannya adalah S1 Kedokteran (S.Ked) ditambah pendidikan profesi (dr.)/spesialis kedokteran jiwa (Sp.Kj).

4. Kedokteran
Ahli bidang kedokteran disebut dokter. Dokter yang dimaksud disini adalah dokter umum, artinya menekuni bidang kedokteran secara umum (bukan spesialis).

5. Pekerjaan Sosial
Ahli bidang pekerjaan sosial disebut pekerja sosial (Social Worker). Dalam kerjanya, pekerja sosial (Social Worker) berorientasi kepad masalah seseorang dan bukan berorientasi kepada individu yang bermasalah.
Dalam pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling, konselor sering bekerja sama dengan profesi-profesi tersebut konteks referral.

Oleh: Prof. Dr. Soeharto, M.Pd. Hand-Out Mata Kuliah Profesi BK. 2010

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s